Bayar Rumah sampai Akad Kredit Rumah Indent

Memesan sebuah rumah lewat KPR itu pastilah adalah hal yang biasa. Namun, tahukah Anda apakah itu memesan rumah menggunakan system inden? Apa sajakah tahapan yang harus Anda lewati itu?

Bayar Rumah sampai Akad Kredit Rumah Indent

Sebenarnya membeli sebuah rumah menggunakan system indent itu merupakan bagaimana cara Anda memesan sebuah rumah pada awal. Jadi, Anda sudah bisa mendapatkan sebuah rumah yang Anda inginkan  dari awal, hanya saja rumah itu belum selesai dibangun. Jadi, keuntungan dengan pembelian rumah indent tersebut adalah Anda bisa mendapatkan rumah dengan area yang sangat strategis.

Baca juga: Cara Memilih Tipe Rumah dengan Kredit Rumah di Depok

Hal ini dikarenakan Anda telah memesan rumah tersebut dari awal. Maka dari itulah, bila Anda akan membeli sebuah rumah dengan cara inden lewat sebuah kpr, sebaiknya perhatikan hal – hal di bawah ini sampai Anda tahu berapa banyak uang yang harus Anda bayar sampai akad kredit rumah indent, antara lain:

Membeli sebuah rumah menggunakan system inden itu adalah pemesanan rumah di awal pembayaran. Itu artinya Anda kini bisa mendapatkan rumah yang Anda sukai tersebut di awal pembayaran, hanya saja rumah itu belum selesai pembangunannya. Keuntungan bila Anda membeli rumah dengan cara ini adalah bisa mendapatkan lokasi yang tepat dan strategi karena memang sudah melakukan pemesanan dari awal.

Selanjutnya, untuk lebih tepatnya, kami akan berikan tahapan yang wajib diperhatikan bila Anda akan membeli sebuah rumah dengan cara inden dan memakai system KPR sampai dengan akad kredit rumah indent, antara lain:

  1. Membayarkan uang untuk tanda jadi itu besarannya bervariasi. Hal tersebut bergantung pada kebijaksanaan dari setiap pengembangnya.
  2. Membayar uang DP itu pada dasarnya sebesar 10% sampai dengan 20% dari jumlah harga transaksi keseluruhan kepada pihak pengembang. Hal ini berkaitan pula dengan peraturan yang ditetapkan oleh Bank yang memberikan Kredit, dimana mereka hanya memberi sebuah pinjaman sampai dengan 80% dari jumlah transaksi keseluruhan.
  3. Proses penandatanganan untuk perjanjian pengikatan jual beli yang dilakukan oleh pengembang dan pembeli itu kebanyakan disiapkan pihak pengembang. Akan tetapi pada praktiknya, tidak semuanya tersebut disiapkan oleh pengembang. Sehingga, pembeli mendapatkan surat pemesanan.
  4. Nah, sesudah semua persyaratan diselesaikan, maka akan dilakukan penandatanganan perjanjian akad kredit rumah indent secara notarial. Penandatanganan ini dilakukan tepat di depan notaris, yang lengkap dengan penandatanganan akta pembebanan hak tanggungan yang telah disertifikat atau bisa disebut juga dengan SKMHT yang sebelumnya belum bersertifikat. Keduanya dilakukan di depan notarik yang dipilih oleh bank.
  5. Sesudah semua proses di atas selesai, maka munculah sebuah mata rantai, di antara bank, pembeli, dan juga pengembang. Sehingga, pembeli harus memenuhi pembayaran angsurannya pada bank yang bersangkutan tersebut. Sementara bank sendiri harus memberikan sejumlah dana yang dibayarkan tersebut pada pengembang untuk proses pembangunan seperti yang telah disepakati sebelumnya.
  6. Selanjutnya, seperti yang telah dijanjikan, bahwa pengembang berkewajiban untuk menyelesaikan pembangunan dan harus menyelesaikan sertifikasi atas nama pembeli itu, yang kemudian diserahkan pad apihak bank sebagai jaminan.

Nah, itu tadi adalah beberapa hal seputar tahapan – tahapan dalam proses pembelian rumah secara inden sampai dengan tahapannya sampai dengan akad kredit rumah indent. Semoga dengan adanya penjelasan di atas, dapat cukup membantu Anda untuk memahami tentang proses dari pembelian rumah inden tersebut. Setidaknya, Anda tahu berapa besaran uang yang harus dibayarkan sampai dengan akad kredit atau penyerahan kunci.