Terbongkar! Blangko E-KTP Ternyata Dijual Disini Juga!

Terbongkar! Blangko E-KTP Ternyata Dijual Disini Juga – Kabarnya baru-baru ini Blangko E-KTP yang didapatkan dari transaksi jaringan, lewat Tokopedia mulai teridentifikasi sudah melakukan personalisasi. Salah satu proses dalam pencetakan data ke dalam chip KTP-el. Dari sinilah kemudian Tokopedia sudah menindaklanjuti para penjual karena mendapatkan laporan dari pihak yang berwajib.

Baca Juga: Lihat Akibatnya Jika Tidak Download Fornite Android. Ini Solusinya!

Pihak Dukcapil Kemendagri memberikan tanggapan terhadap banyaknya aduan tentang penjualan dari Blangko E-KTP di salah satu lapak perdagangan online, yaitu di Tokopedia dengan membuat sebuah laporan kepada pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan yang sudah ada dari Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, yaitu Bahtiar, dimana Ditjen Dukcapil telah mengajukan sebuah laporan kepada pihak Polda Metro Jaya.

blangko e-ktp

Telah dilaporkan pula pada pihak Polda Metro Jaya di hari Selasa, di tanggal 4 Desember 2018. Di dalam laporannya tersebut, telah disebutkan banyak informasi di sosial media yang beredar tentang oknum yang sudah menjual blangko tersebut dalam lapak online yang terdapat di Tokopedia. Saat itu, Ditjen Dukcapil Kemendagri menjadi seorang pelapor yang sudah menyertakan pasal yang sudah dilanggar dalam perdagangan atribut administasi kependudukan dalam UU pasal 96A dengan nomor 24 th 2013 seputar Administrasi Kependudukan.

Badan hukum atu setiap orang yang mencetak tanpa hak, kemudian menerbitkan, dan juga mendistribusikan dokumen kependudukan, maka mereka akan mendapat hukuman pidana penjara setidaknya selama 10 th. Tak hanya itu saja, siapapun orangnya yang melakukan hal tersebut, maka mereka harus membayar denda sebanyak 10 Miliar rupiah. Seperti itulah yang disampaikan pada peraturan UU dengan pasal 96A.

Bila ternyata benar terbukti adanya penawaran dalam lapak itu, maka itu berarti bahwa penjualan yang telah dilakukannya tersebut adalah melanggar peraturan umum yang sudah ada. Maka dari itulah, kini Dukcapil telah meminta pada pihak kepolisian untuk melakukan beberapa langkah hukum tentang peraturan yang sedang berlaku.

Pasar Pramuka Pojok, yang ada di Jakarta Pusat terlihat sepi. Beberapa kios yang melayani jasa fotokopi, jasa pengetikan, sampai dengan jasa penerjemah di pasar tersebut mulai terlihat tutup. Bahkan, sebelumnya bahwa dikabarkan dalam Pasar Pramuka Pojok, masyarakat dapat dengan mudahnya mendapat blangko KTP elektronik atau mendapat e-ktp. Padahal, seperti yang telah diketahui, bahwa seharusnya blanko ini tidak dijual belikan secara sembarangan.

Sebelumnya, harian Kompas telah menemukan sebuah Blangko E-KTP yang dijual secara bebas dalam salah satu platform e-dagang dan juga Pasar Pramuka Pojok, yang ada di Jakarta Pusat. Oknum yang menawarkan blangko itu berada di dekat tikungan yang berada di antara jalan Salemba Raya dan juga di Jalan Pramuka. Untuk blangko yang lama dijual senilai 150 ribu rupiah, sedangkan untuk blangko yang baru dijual senilai 50 ribu rupiah yang lebih mahal.

Tidak hanya sekedar 1 lembar saja, penjual mampu menyediakan sebanyak 200 lembar sampai dengan 300 lembar blanko, bila sedang dibutuhkan. Disamping itu, mereka juga mengakui bahwa meraka dapat membuatkan e-KTP yang asli atau palsu dengan harga jual yang cukup terjangkau. Yaitu, sebesar 500 ribu rupiah saja.

Tentu saja hal ini sangat melanggar peraturan hukum. Karena sudah membuat identitas palsu untuk kepentingan pribadi. Maka dari itulah, tak heran bila kemudian mereka mendapatkan hukuman dari pihak yang berwajib karena sudah memperbanyak ID dengan cara yang mudah. Untuk selebihnya, simak ulasan beritanya tentang Blangko E-KTP di vidio ini.