Cara Kerja Mesin Fotocopy Dengan Listrik Statis

Cara Kerja Mesin Fotocopy Dengan Listrik Statis – Pada dasarnya, mesin fotocopy yang selama ini dikenal menggunakan prinsip dari listrik statis ini memang sudah banyak yang menggunakannya. Karena memang kegunaan dari mesin fotocopy ini begitu penting sekali untuk orang yang kerja kantoran ataupun untuk para pelajar. Bagi seseorang yang ingin membuka usaha mesin fotocopy, maka penting sekali untuk mereka lebih memahami tentang prinsip kerja dan cara kerja dari mesin fotocopy itu sendiri.

Baca juga: Kerusakan Mesin Lion Air Diterima Laporannya sebelum Pesawat JT-610 Jatuh

Dengan memahami setiap bagian penting dari mesin foto copy itulah nantinya bisa membuat Anda lebih memahami tentang kinerja dari mesin fotocopy itu dengan baik. Maka dari itulah, sebelum Anda membuka sebuah usaha mesin fotocopy, sebaiknya pahami dulu pengertian dari mesin fotocopy itu sendiri. Dimana untuk lebih lengkapnya akan kami jelaskan selebihnya di bawah ini:

cara kerja mesin fotocopy

Pengertian dari Mesin Fotocopy

Pada dasarnya, mesin fotocopy itu adalah salah satu mesin yang sering dipakai untuk membuat sebuah salindan dokumen asli ke dokumen yang lainnya, yang berbentuk kertas. Mesin ini biasanya dipakai untuk melakukan kegitan salin menyalin. Meskipun begitu, sekarang ini fitur mesin fotocopy itu bisa digunakan untuk faximile, menyimpan dokumen, melakukan scan, mengirim email, folder, dan masih banyak yang lainnya.

Cara Kerja Mesin Fotocopy

Sebenarnya, prinsip kerja dari mesin fotocopy itu adalah untuk xerografi. Dimana mesin ini memanfaatkan cahaya, toner, dan juga drum untuk menyalin ketiga komponen tersebut. sehingga, mesin ini dapat menyalin kertaas yang diletakkan pada kaca mesin yang disinari tersebut dengan baik dan lebih mudah. sinar ini nanti akan langsung ditangkap dan langsung dipantulkan oleh lensa menuju ke arah drumnya.

Drum itu sendiri punya muatan negatif. Maka dari itulah, serbuk toner yang berasal dari serbuk besi halus ini langsung menempel ke dalam toner. Untuk drum yang telah terkena oleh sinar dari pantulan lensa ini langsung kehilangan muatan negatif. Dengan begitu, serbuk tonernya menjadi tidak menempel. Sementara untuk bagian yang tidak terkena oleh paparan sinar matahari ini adalah berupa gambar dan tulisan yang bermuatan negatif.

Dengan cara inilah akan membuat serbuk toner yang menempel tersebut mengikuti bayangan dokumen asli. Sesudah drumnya menempel ke dalam semua serbuk toner yang sedang dibutuhakn yang berguna untuk mencetak, maka  sekarang ini waktunya kertas salinan itu langsung masuk ke dalam tray sheet ke bawah drum. Drum yang berputar menuju ke bawah sejajar dengan baian permukaan kertas salinannya.

Alas sebagai tempat kertas salinan itu mempunyai sebuah daya tarik magnet tersendiri yang lebih kuat dibandingkan  dari drum mesinnya. Dengan begitu, hal ini membuat semua serbuk tonernya menjadi jatuh dan langsung menempel ke kertas yang dipakai. Selanjutnya, langkah yang terakhir adalah langsung memaskan dan mempress serbuk toner yang terdapat pada kertas supaya bisa menempel dengan lebih kuat dan menjadi tidak lentur. Maka dari itulah, tak heran bila kertas dari hasil fotocopy itu pada umumnya selalu berasa panas saat sudah selesai digunakan.

Jadi, cara kerja mesin fotocopy ini sebenarnya dilakukan dari beberapa proses tahapan, yang meliputi pre-exposure sebagai penyinaran pertama. kemduian, primary charging dan laser xposure, development, transfer saat kertas yang digunakan disiapkan, separation, fixing, dan yang terakhir adalah cleaning untuk membersihkan drum yang berasal dari sisa tonernya.