Cara Kerja Sistem Starter Sepeda Motor dan Rangkaiannya

Cara Kerja Sistem Starter Sepeda Motor dan Rangkaiannya – Pada dasarnya, yang namanya cara kerja sistem starter ini merupakan sebuah rangkaian dari mekatronika yang berguna sekali untuk memutar bagian poros engkol memakai energi listrik saat sedang menyalakan sebuah mesin motor. Jadi, fungsi utama dari sebuah sistem starter ini sebenarnya untuk menggantikan cara kerja dari kick starter atau manual starter motor, jadi, kenapa harus disebut juga dengan rangkaian mekatronika?

Baca Juga: Fungsi Alat Pendingin Mesin Mobil dan Komponennya

cara kerja sistem starter

Karena pada sistem motor ini tersusun atas rangkaian dari mekanikal yang berguna untuk memutar bagian rangkaian elektrikal dan juga fly whel untuk tenaga penggerak motor. Agar dapat mengetahui seperti apakah selengkapnya dari rangkaian motor starter ini,s eabiknya simak saja penjelasannya di bawah ini:

  1. Untuk cara kerjanya kali ini dimulai dengan cara memutar bagian kunci kontak motor.
  2. Saat kunci kotak ini sudah On atau menyala pada bagian relay utamanya atau main relay, maka posisi ini akan menghubungkan arus listrik yang berasal dari baterai menuju ke dalam sistem kelistrikan motor secara keseluruhan.
  3. Sementara itu, ketika kunci kontak mulai diputar dalam posisi ST, maka hal ini akan membuat relay starter switch langsung terhubung. Dengan begitu, arusnya menadi mengalir dari baterai menuju ke dalam terminal 50 yang ada pada bagian starter clutch-nya. Karena nantinya terminal 50 ini dialiri oleh arus listrik, hal ini membuat kemagnetan dari pull in coil menuju ke arah hold in coil. Sehingga, hal ini bisa mendoorng bagian driver lever yang terkait pada fly wheelnya.

Rangkaian Cara Kerja Sistem Starter

Dalam fase ini nanti, dorongan dari pull in coil tidak hanya sekedar menggerakkan bagian pinionnya. Namun juga akan menggerakkan bagian pull in coil ini menuju ke hold in coil. Sehingga, hal ini membuatnya terdorong menuju ke arah solenoid switch contact. Dari sinilah arus listrik yang ada dalam terminal 30 motor starter mengalirkan listrik ke dalam starter motor. Setelah itu, bagian ini dialirkan lagi arusnya menuju ke dalam field coil yang berguna untuk menyalakan medan magent yang mengalir lagi ke dalam armature coil lewat brush.

Dikarenakan aliran listriknya ini hasilnya armature pada medan magnet, sehingga hal ini membuat bagian ini menjadi berputar menggerakkan bagian flywheel. Ketika mesin motor dinyalakan, starter ini langsung berhenti untuk menghentikan arus yang berasal dari terminal 50. Dengan begitu, hal ini membuat pull in coil menjadi terlepas dan bisa kembali lagi pada posisi semula. Dengan cara inilah akan membuat pinion gearnya mulai terlepas dengan flywheel dan putaran motornya langsung terhenti.

Mau tahu alasannya?

Bagian ini langsung terhenti karena arus listrik solenoid switch contactnya juga terputus. Sehingga, hal ini membuat putaran motor menjadi langsung terhenti secara otomatis. Padahal, untuk pinion gear ini didesain supaya dapat mundur otomatis ketika putaran dari fly wheelnya besar dan jauh lebih besar dibandingkan dari putaran starternya. Jadi, fugnsinya adalah agar proses keterkaitannya semakin lebih mudah dalam melepaskan pinion gear pada roda gigi fly wheelnya.

Ada 3 varian motor starter yang perlu diketahui. Yaitu, berbentuk konvensional, reduksi, dan juga berbentuk planetary. Untuk konvensional ini menggunakan 1 pinion gear yang tersambung dengan flywheel saat driver lever digerakkan pull in coil. Untuk reduksi ini adalah sistem starter menggunakan gigi tambahan untuk pereduksi putarannya. Sedangkan, untuk planetary ini sama seperti sistem reduksi. Hanya saja, roda giginya berbentuk memutar.