Cara Mengatasi Kenaikan Angsuran Kredit Rumah Kpr

Cara Mengatasi Kenaikan Angsuran Kredit Rumah Kpr – Naiknya angsuran dari kredit rumah kpr setelah masa berlaku dari bunga promosi ini kadang kala sering membuat para nasabah langsung merasa pusing dan sakit kepala. Bagaimana tidak? Bila kenaikannya ini terkadang sangat tinggi sekali melebihi dari budget yang telah disiapkan.

Cara Mengatasi Kenaikan Angsuran Kredit Rumah Kpr

Sehingga, dengan adanya kondisi yang seperti ini membuat para nasabah harus lebih pandai dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka. Agar nantinya mereka tetap bisa membayar angsuran kpr dan juga tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah.

Baca juga: Pemerintah Tawarkan Kredit Rumah Jogja Bersubsidi

Nah, dari sinilah, untuk para nasabah bank dari pemohon kpr yang terlanjur menyatakan akad KPR kepada pihak bank itu harusnya paham dari awal tentang semua resiko yang bisa terjadi setelah pengajuan permohonan dari kpr tersebut. Misalnya saja seperti resiko terjadinya kenaikan angsuran bunga kpr.

Di bawah ini adalah cara jitu mengatasi terjadinya kenaikan angsuran dari kredit rumah kpr agar Anda merasa tidak terbebani saat hal tersebut benar-benar terjadi, antara lain:

Harus Siap dari Awal

Umumnya para nasabah yang mengajukan kpr ini akan baru terasa telah mengalami kenaikan angsuran kprnya sesudah masa angsuran fix telah habis. Padahal, hal yang seperti ini sudah wajar terjadi bila Anda akan mengajukan kpr rumah.

Misalnya saja ada seorang nasabah, bernama Y yang telah mengajukan permohonan kredit rumah kpr kepada bank X. selanjutnya, bank X nanti akan menawarkan suku bunga tetap sebesar 7% dalam jangka waktu selama 2 th.

Penawaran suku bunga yang jauh lebih rendah dari yang asli. Ini merupakan salah satu bagian dari trik marketing yang sering dilakukan oleh pihak bank. Sesudah masa angsuran selama 2 th habis, maka pihak bank X akan memberikan ketetapan baru berupa ketetapan suku bunga yang baru dengan besaran suku bunga yang lebih besar dari suku bunga yang berlaku pada umumnya.

Misalnya saja besaran suku bunga sekarang ini adalah sebesar 11%, maka nanti pihak bank X akan memberikan ketetapan suku bunga sebanyak 12% sampai dengan 13% sebagai acuan suku bunga yang baru bagi nasabahnya.

Hal yang seperti ini seharusnya sudah Anda sadari sebagai pihak nasabah yang mengajukan kredit rumah kpr ketika akan mengajukan aplikasi kpr ini. Dengan begitu, ketika terjadi kenaikan dari angsuran suku bunga kpr tersebut, maka Anda sudah siap dengan adanya kenaikan suku bunga tersebut dan Anda juga sudah siap dengan angsuran yang harus dibayarkan.

Cari Saja Bank dengan Bunga Floating Terendah

Cari saja bank yang memberikan penawaran suku bunga floating yang terendah. Caranya sangat sederhana. Anda bisa langsung bertanya pada pihak bank yang telah bersangkutan atau bertanya pada  teman yang sebelumnya sudah mengajukan kpr ini di salah satu bank yang menawarkan program kpr.

Nego dengan Bank

Sebenarnya Anda sebagai nasabah itu masih bisa mendapatkan kesempatan untuk bernegosiasi dengan bank yang memberikan bantuan kredit rumah tersebut. sehingga, bank akan mengurangi suku bunga yang ditetapkan. Hanya saja, biasanya ada ketetapan bahwa Anda tidak boleh terlambat dalam membayar angsurannya.

Over Kredit atau Pindah Kredit di Bank yang Lain

Bila ternyata Anda gagal bernegosiasi, maka Anda bisa mencoba untuk mengover kredit kepada bank yang lain yang memiliki bunga kpr terendah. Namun, Anda masih harus mengeluarkan tambahan biaya admin untuk biaya notaris, dll.