Hadirnya Fatwa Fardhu ain untuk Dukung Khofifah Bikin Risma Ngeri

Hadirnya Fatwa Fardhu ain untuk Dukung Khofifah Bikin Risma Ngeri – Dikeluarkannya sebuah fatwa fardhu ain yang berarti wajib untuk setiap umat muslim agar memilih calon Gubernur Jatim, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan juga Cawagub Emil Elestianto tentu saja langsung mendapatkan tanggapan penuh dari Walikota Surabaya. Yaitu Ibu Tri Rismaharini.

Baca Juga : Resep Membuat Bolu Pisang yang Sehat dan Enak

Risma berpikir bahwa seharusnya tidak boleh menggunakan fatwa seperti itu. Tidak seharusnya dipakai, karena itu bisa berbahaya sekali. Risma sendiri sangat menyesalkan sekali bila sampai membawa-bawa agama hanya untuk sebuah kepentingan politik saja. Walikota ini begitu tegas berkata bahwa sangat berbahaya sekali bila menggunakan hukum fatwa fardhu ain ini. Seharusnya tidak bisa yang tidak bisa. Begitulah katanya dengan tegas.

Walikota yang memiliki berbagai macam penghargaan internasional tersebut menghimbau kepada penyelenggara Pilkada agar dapat menindak dengan tegas upaya membawa sebuah isu SARA, beserta politisasi agama. Hal ini sangat berbahaya sekali. Tentu saja dampaknya tidak bisa dibayangkan sekali bila menggunakan nama Tuhan untuk kepentingan sesaat saja.

Ditambahkan pula kepada Risma, seputar imbauan untuk beberapa kiai pengasuh yang ada di pesantren pada para santri dan juga alumni di setiap pondoknya untuk memilih pasangan dari Cagub Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan juga Puti Guntur Soekarno, itu jelas berbeda sekali dengan fatwa fardhu ain yang dikeluarkan oleh tim Khofifah. Ini jelas berbeda sekali. Karena para kiayi yang merestui Gus Ipul itu hanya sekedar menghimbau saja. Hal ini tidak dikaitkan dengan sebuah fatwa fardhu ain, seperti pasangan tim Khofifah.

Seperti yang telah diketahui, bahwa beberapa media telah memberitakan tentang hasil pertemuan di antara para pendukung Khofifah di sebauh Ponpes Amanatul Ummah, yang ada di Mohokerto. Pertemuan tersebut digelar pada tanggal 3 Juni 2018 yang lalu. Dalam pertemuanya tersebut telah dihadiri oleh Khofifah secara langsung. Dan sayangnya di dalam pertemuan tersebut menghasilkan sebuah temuan yang cukup mengejutkan sekali.

Di dalam pertemuan itulah kemudian menghasilkan sebuah fatwa dengan nomor 1/ SF – FA/ 6/ 2018 yang telah menyebutkan, untuk mencoblos Khofifah dan Emil Elestianto, dimana pencoblosan ini hukumnya adalah Fardhu ain atau wajib untuk setiap umat muslim. Di dalam Islam sendiri, bila tidak menjalankan kegiatan yang hukumnya fardhu ain ini adalah dosa dari Allah. Bahkan, fatwa tersebut telah disampaikan kepada publik dengan cara terbuka.

KH Asep Saifuddin Chalim, sebagai pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, mengatakan bahwa orang yang telah memilih Gus Ipul itu seharusnya berpikir 2x. Karena sebenarnya padahal ada tim yang jauh lebih baik berdasarkan KH Asep, yaitu tim Khofifah. Dimana orang tersebut sama saja telah mengkhianati Allah dan juga Rasul-Nya. Fatwa ini kemudian langsung tersebar ke publik secara luas. Tentu saja dengan adanya fatwa tersebut menuai banyak pro dan kontra.

Maka dari itulah, sebagai seorang umat muslim seharusnya Anda lebih pandai dalam menyikapi hal ini. Tentu saja setiap pemilih dapat lebih pintar untuk memilih mana yang terbaik dan mana yang tidak. Sehingga, meskipun telah dikeluarkan fatwa seperti itu, seharusnya kita tidak dengan mudahnya langsung terpengaruh begitu saja. karena, baik atau tidaknya seorang pemimpin itu bisa dinilai dari bagaimana cara mereka memimpin para masyarakatnya tanpa memandang adanya fatwa seperti itu.