Fakta Mitos Makanan Binatang Peliharaan Harus Diketahui

Fakta Mitos Makanan Binatang Peliharaan Harus Diketahui – Apakah benar bila makanan binatang peliharaan yang tinggi protein ini dapat membebani ginjal Anda? apakah benar bila kucing itu boleh mengkonsumsi makanan anjing? Ada banyak sekali informasi yang cukup tersebar. Namun sayangnya, tidak semuanya itu adalah fakta. Mengetahui manakah yang mitos dan mana yang fakta yang membantu binatang peliharaan untuk bisa hidup sehat dan senang.

Baca juga: Resep Masakan Martabak Mie Omelet Mini Sederhana

Di bawah ini adalah daftar makanan binatang peliharaan yang termasuk mitos dari makanan hewan yang dianggap fakta, antara lain:

Makanan Binatang Peliharaan

Mitos #1

Banyak orang bilang bila tidak jadi masalah bila kucing menyantap makanan anjing. Begitu juga sebaliknya. Memang benar bila ada makanan kaleng yang sengaja dibuat untuk kedua jenis binatang ini. Namun, secara umum, sebenarnya makanan hewan tersebut dirancang dengan spesifik untuk kucing dan anjing. Kucing butuh persentase lemak dan protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan anjing yang umumnya hanya butuh tambahan berupa tourin saja.

Kucing yang menyantap makanan anjing akan membuat terjadinya obesitas dan menjadi kekurangan asam amino tauring. Namun, bila anjing menyantap makanan kucing secara terus-menerus, hal ini menimbulkan kegemukan dan bisa mengalami masalah pada pankreas.

Mitos #2

Makanan yang paling baik untuk makanan binatang peliharaan adalah yang memang direkomendasikan oleh dokter hewan. Pernah melihat sebuah merk makanan tertentu yang terpampang pada kantor dokter hewan? Sebenarnya belum tentu makanan yang telah direkomendasikan dokter hewan itu merupakan yang terbaik. Karena baik atau tidaknya makanan tersebut sebenarnya tergantung dari bahannya sendiri.

Banyak merk yang ditemukan di toko mengandung bahan dari by product yang tersusun atas sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh manusia. Misalnya saja seperti telur, kaki, usus, dan apa saja, selain daging. Umumnya, merk makanan itu dibilang terjangkau dan murah. Karena mengandung protein hewani yang sedikit. Karena itulah, makanan tersebut ddisebut juga dengan makanan binatang peliharaan yang berkualitas rendah.

Mitos #3

Makanan yang memiliki protein yang tinggi justru sering membuat ginjal bekerja makin gerat. Mitos ini sering terlahir dikarenakan pembuatan makanan yang berkualitas rendah. Fakta membuktikan bahwa makanan yang memiliki kandungan protein nabati yang tinggi ini justru membuat kerja dari organ hewan kesayangan Anda makin berat. Protein hewani sebaliknya, justru makin sehat, dan cukup diperlukan sekali, khususnya bila binatang kesayangan Anda sudah cukup senior.

Makanan binatang yang berkualitas rendah umumnya diperkaya dari protein nabati yang berasal dari kedelai dan jagung. Namun sayangnya, kucing dan anjing tidak dapat mencerna makanan tersebut dengan baik. Maka dari itulah, ketika Anda sedang memilih makanan binatang peliharaan, ada baiknya bila Anda menghindari kemasan makanan yang ada tulisan kedelai atau corn sebagai kandungan utamanya. Ada baiknya bila Anda memilih makanan yang memiliki kandungan utama, yaitu meat meals atau memilih quality meal.

Mitos #4

Banyak mitos mengatakan bahwa label natural dan label organik itu jauh lebih baik. Sebenarnya definisi dari legal itu didapat dari natural. Karena kandungan bahannya berasal dari tanaman, hewan, dan hasil bumi yang seminimal mungkin lewat tahapan pemrosesan dan juga difermentasi. Tambahan vitamin dan sintetik itu disebut pula dengan alami. Makanan yang berlabel alami ini bukan berarti jauh lebih aman dan lebih bernutrisi.

Natural disini selalu diasosiakan dengan good dan healthy. Karena bakteri salmonella, radiasi gamma, dan penyakit kista itu juga alami. Sehingga, label tersebut sebagian murni merupakan strategi pemasaran yang bukan hal yang ilmiah. Karena itulah, agar produk makanan dapat dipasarkan secara legal, sehingga makanan alami tersebut wajib memenuhi standard dari regulasi FDA dan AAFCO.