Jika Rupiah Menurun, Ini Dampak Kredit Rumah Yogyakarta 2015

Jika Rupiah Menurun, Ini Dampak Kredit Rumah Yogyakarta 2015 – Meskipun tidak begitu diperhatikan oleh kebanyakan orang yang telah mengajukan kredit rumah Yogyakarta 2015, namun ternyata kekuatan dari mata uang negara itu ditandai juga dengan nilai tukar mata uang asingnya terlebih dahulu. Umumnya kita kerap mendengar info seputar hal ini dari media elektronik dan media cetak.

Baca juga: Pahami Keuangan Anda sebelum Kredit Rumah Wonosari

Selain itu, kita juga kerap menetahuinya dari papan yang ada pada money charger dan juga di sejumlah bank yang ada saat ini. Disitulah nantinya akan tertulis sebuah kurs dari mata uang IDR ke USD, IDR ke JPY, IDR ke SGD, IDR ke EURO, atau bahkan mata uang yang lainnya. Itu berarti bahwa posisi dari nilai tukar rupiah ini bisa diketahui dari sini. Sehingga, hal ini bisa berdampak atas pengajuan kredit rumah Yogyakarta 2015 yang sedang Anda lakukan tersebut.

Jika Rupiah Menurun, Ini Dampak Kredit Rumah Yogyakarta 2015

Nah, seperti yang telah diketahui saat ini, bahwa akhir-akhir ini sedang ada pelemahan dan penurunan kurs mata uang rupiah yang sangat signifikan dari mata uang dolar US. Kur tengah dari Bank Indonesia saat ini adalah Rp 13.500, – untuk $ 1 USD. Padahal, dalam 1 bulan yang lalu itu nilai tukarnya masih dalam sekitar Rp 13.500, – untuk per dolar US. Dalam hal ini, makin tinggi dari nilai tukar mata uang sebuah negara itu bisa menjadi sebuah ciri khas dari makin kuatnya perkembangan ekonomi pada negara tersebut.

Hal ini juga berlaku pula sebaliknya. Mau tahu apa alasannya harus mengacu pada USD? Hal ini diakrenakan perdagangan internasional saat ini sering kali didominasi dengan adanya transaksi yang memakai USD. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimanakah dampaknya terhadap kredit rumah Yogyakarta 2015 bila terjadi pelemahan terhadap nilai tukar rupiah terhadap USD itu? Simak lebih lengkapnya di bawah ini!

Inflasi menjadi Melambung

Jika nilai tukar mata uang rupiah itu semakin mengalami penurunan, hal ini bisa menyebabkan terjadinya inflasi. Tentu saja bila ini terjadi, hal ini membuat sejumlah barang, termasuk kredit rumah Yogyakarta 2015 menjadi semakin meningkat harganya.

Order Semakin Menyusut

Dengan penurunan mata uang rupiah, hal ini menjadikan para eksportir menjadi tidak ada order dari luar negeri. Ini dikarenakan mata uang rupiah melemah, hal ini membuat harga jual produk semakin meningkat, tidak sekedar dalam negeri saja. Di luar negeri pun juga demikian. Sehingga, permintaan terhadap barang ekspor semakin melemah, dan penjualan menjadi makin lesu. Otomatis dengan begitu para produsen menjadi kehiilangan order.

Terjadinya PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja

Dampak terburuk dari penurunan nilai tukar rupiah ini adalah bisa terjadi phk. Otomatis bagi orang yang sudah terlanjur mengajukan kredit rumah Yogyakarta 2015, ketika mereka mengalami phk, maka otomatis mereka menjadi tidak bisa membayar biaya angsurannya setiap bulan. Sehingga, mau tidak mau mereka mengalami kredit macet dan gagal bayar. Dengan begitu, rumah menjadi disita dan mereka tidak memiliki rumah kembali.

Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana jadinya bila nilai tukar rupiah ini semakin menurun dari waktu ke waktu. Otomatis hal ini akan merugikan semua orang, termasuk untuk mereka yang ingin mengajukan kredit rumah Yogyakarta 2015. Karena dengan begitu, mereka menjadi harus was-was terhadap kenaikan suku bunga kredit dan juga bisa mengalami phk, bagi mereka yang bekerja di sebuah perusahaan.