Yakin Masih Berani Nyinyir? Hati-Hati! Pria Juga Bisa Kena Kehamilan Ektopik Juga Lo!

Yakin Masih Berani Nyinyir? Hati-Hati! Pria Juga Bisa Kena Kehamilan Ektopik Juga Lo – Berbicara tentang kehamilan ektopik ini memang sering membuat semua orang jadi ngeri. Tapi, bisakah pria hamil juga? Mungkin saat melihat judulnya pertama kali, Anda langsung bingung! Bagaimana bisa, pria terkena ektopik? Sebenarnya, yang hamil itu bukan si pria. Tapi, pria yang punya istri yang sedang hamil yang bisa terkena serangan ini.

Baca Juga: Yakin? Masih Nyinyir sama Laptop 4 Jutaan dengan Ram 8 Gb Ini?

Karena bila masalah ini terkena si istri yang sedang hamil, otomatis yang akan shock tidak hanya sang wanitanya saja. Sang pria juga pasti akan shock dan seakan-akan terkena masalah ini juga. Karena mereka ada dalam 1 paket dengan sang wanita. Jadi, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apa sih kehamilan ektopik itu?

Pengertian Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ini disebut juga dengan kehamilan diluar kandungan. Karena sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang ke dalam rahim. Namun, sel telur ini ada dalam saluran telur atau di saluran tuba falopi. Bila sel telur yang telah dibuahi tetap dalam saluran itu, otomats saluran telur itu bisa pecah ketika sel telur mulai berkembang menjadi janin. Umumnya, kehamilan ini bisa terjadi ketika berusia 1 hingga 50.

Penyebab

Penyebab terjadinya kehamilan ini ada bermacam-macam. Beberapa penyebab dari kehamilan di luar kandungan ini adalah sebagai berikut ini:

  1. Terjadinya infeksi atau terjadi inflamasi pada saluran telur atau dibagian tuba falopi. Dengan begitu, hal ini menyebabkan terjadinya masalah penyumbatan di saluran itu.
  2. Pemakaian alat kontrasepsi.
  3. Adanya riwayat penyakit atau riwayat inflamasi dibagian pelvis.
  4. Adanya bekas luka dibagian jaringan karena operasi atau infeksi dibagian tuba falopi yang membuat pergerakan sel telur menjadi terhalang.
  5. Karena perosedur operasi yang sudah pernah dilakukan dibagian pelvis. Sehingga, hal ini menyebabkan terjadinya pelengketan dibagian saluran itu.
  6. Faktor bawaan lahir yang tidak normal dibagian tuba falopi.
  7. Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.
  8. Terserang penyakit seksual menular, misalnya saja seperti gonorrhea.
  9. Kegagalan dalam melakukan operasi sterilisasi atau ligase. Sehingga, mengakibatkan terjadinya efek penyumbatan dibagian saluran telur.
  10. Mengkonsumsi obat penyubur.
  11. Melakukan perawatan untuk mengurangi atau sekaligus menghilangkan kesuburan. Misalnya saja seperti melakukan in vitro fertilization.

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Untuk gejalanya bisa dilihat seperti yang ada di bawah ini:

  1. Mengalami kram dibagian bawah yang menimbulkan rasa sakit yang begitu tajam.
  2. Sakit dibagian leher, anus, dan bahu yang begitu sangat sakit.
  3. Sakit di salah satu bagian tubuh.
  4. Mengalami kelelahan yang sering terjadi dan mengalami rasa pusing.
  5. Sakit dibagian perut bawah.
  6. Mengalami mual dan muntah dengan rasa sakit.
  7. Mengalami pendarahan ringan dibagian vagina.

Cara Mencegah Kehamilan Ektopik

  1. Jangan pernah berhubungan dengan berganti-ganti pasangan. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit seksual yang menular.
  2. Selalu jaga kebersihan dari aalt reproduksi Anda. sehingga, terhindar dari terjaidnya infeksi dan inflamasi dibagian pelfis.
  3. Jangan merokok.

Faktor Resiko

Umumnya beberapa wanita yang paling beresiko tinggi mengalami kejadian ini adalah mereka yang pernah melakukan operasi perut atau operasi pelvis. Hamil pada usia 35 tahun sampai dengan 44 tahun. Pernah melakukan aborsi sebelumnya. Menderita masalah endometriosis, dan masih bayak hal yang lainnya yang harus diperhatikan.