Tips Mengatasi Masalah Kepikunan dari para Ahli

Tips Mengatasi Masalah Kepikunan dari para Ahli – Semakin menua, hal ini membuat seseorang lebih rentan terkena masalah demensia. Istilah demensia disini meliputi gejala, seperti kebingungan, kerusakan pada ingatan, dan hilangnya kemampuan dalam melakukan kegiatan dalam sehari-hari. Penyakit alzheimer sendiri merupakan salah satu bentuk dari demensia yang paling umum dan bisa menyebabkan terjadinya kemunduran terhadap kesehatan otak yang bersifat progresif.

Baca juga: Khasiat dari Body Oil Ternyata Lebih dari Body Lotion

Di Australia sendiri, ada sebanyak 435 ribu orang yang telah mengidap masalah demensia. Lebih buruknya lagi adalah, ternyata penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian seseorang yang nomor 2 secara umum dan menjadi nomor 1 kematian untuk wanita. Resiko utama terhadap demensia yang sering terjadi adalah pada usia tua.

Kepikunan

Ada sebanyak 30% orang yang berusia lebih dari 85 tahun di Australia telah hidup dengan masalah demensia. Disamping itu, faktor keturunan juga memiliki andil terhadap masalah demensia ini.

Tips Mengatasi Masalah Kepikunan

Setiap orang memang pada umumnya tidak dapat mengurangi profil genetis ataupun mengurangi umur, namun untungnya ada sejumlah gaya hidup yang dapat diubah sebagai salah satu tips mengatasi masalah kepikunan dan menurunkan terjadinya resiko demensia, misalnya saja seperti di bawah ini:

Pertama, terlibat kegiatan yang bisa merangsang otak. Pendidikan itu merupakan salah satu faktor penting dalam resiko terjadinya demensia. Orang yang memiliki pendidikan kurang dari 10 tahun dari pendidikan formal i umumnya lebih berpeluang besar terkena masalah demensia. Sedangkan untuk orang yang tidak lulus sekolah menengah pertama atau sederajat lebih beresiko mengalami masalah ini. Namun, jangan panik!

Anda masih dapat mempertajam otak Anda di usia berapapun lewat sebuah prestasi dalam dunia kerja dan melakukan kegiatan yang sifatnya bersenang-senang. Misalnya saja seperti bermain kartu, membaca koran, belajar bahasa baru, dan belajar tentang keahlian. Ada banyak bukti yang memperlihatkan bahwa latihan berkelompok itu bisa meningkatkan daya ingat dengan baik dan bisa memecahkan masalah sekaligus meningkatkan fungsi kognitif dalam jangka panjang.

Kedua, tips mengatasi masalah kepikunan selanjutnya adalah cobalah untuk menjaga hubungan sosial dengan baik. Hubungan sosial itu bisa dilakukan dengan cara mengunjungi saudara, mengunjungi teman, mengobrol lewat telepon, dan sejenisnya. Cara ini cukup baik untuk mengurangi terjadinya masalah resiko demensia dengan baik. Sebaliknya, bila sering merasa kesepian, hal ini bisa membuat resiko demensia menjadi lebih meningkat. Keterlibatan di dalam kegiatan berkelompok atau komunitaspun juga baik sekali untuk mengurangi terjadinya kepikunan.

Ketiga, cobalah untuk selalu menjaga kesehatan jantung dan menjaga berat badan dengan baik. Karena tekanan darah tinggi dan juga obesitas di usia pertengahan itu bisa membuat masalah demensia menjadi lebih meningkat. Saat digabungkan, kedua kondisi ini bisa berperan aktif hingga 12% masalah demensia.  Dalam sebuah analisis data dari melebihi 40 ribu pasien menyatakan bahwa orang yang terkena diabetes tipe 2 memiliki peluang 2x lebih besar terkena masalah demensia dibandingkan dari orang yang sehat.

Ke-empat, cobalah untuk selalu berlatih jauh lebih sering lagi. Kegiatan fisik ini terbukti dapat melindungi Anda terhadap kemunduran kognitif. Berdasrkn data yang telah dikombinasikan hingga melebihi dari 33 orang, mereka yang lebih aktif secara fisik itu memiliki resiko kognitif sebanyak 38% jauh lebih rendah dari orang yang tidak. Hal ini harus dipahami sebagai salah satu tips mengatasi masalah kepikunan.