Kredit Rumah Haramkah? Ini Jawabannya!

Kredit Rumah Haramkah? Ini Jawabannya! – Saat seseorang bertanya tentang, “kredit rumah haramkah?” maka yang bisa menjawab adalah hadits dan ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an, untuk umat muslim.

kredit rumah haramkah

Dalam hal ini, berdasarkan Ibnu Hajar, telah dinyatakan pada Hasyiyah Ibnul Munir, bahwa hadits tersebut menyatakan bahwa dalam doa tersebut terkandung perlindungan atas utang, sehingga tidaklah bertolak belakang terhadap hadits yang sedang membicarakan tentang boleh tidaknya melakukan hutang.

Baca juga: Dp Rumah untuk Kredit Rumah Jaminan BPJS senilai 480 Juta Rupiah

Sementara yang dimaksud dalam hal ini, yaitu meminta perlindungan terhadap hutang itu sebenarnya adalah keseusahan ketika berhutang. Akant etapi, bila yang berhutang tersebut mudah untuk melinasinya, maka itu artinya orang tersebut telah dilindungi oleh Allah terhadap kesulitan, dan dia pun telah melakukan sesuatu yang diperbolehkan. Hal ini telah tercantum dalam Fathul Bari, 5: 61.

Berhutanglah untuk Jalan yang Benar

Meskipun berhutang itu bisa saja diperbolehkan ketika mudah untuk melunasi atau membayarnya, namun bukan berarti bahwa Anda boleh asal untuk berhutang, salah satu di antaranya adalah dengan mengambil kredit rumah atau sejenisnya.

Karena sebenarnya bila dalam hutang itu tetap ada sebuah persyaratan yang selalu dilebihkan ketika proses pengembalian hutang tersebut. Bila hal tersebut terjadi, maka pertanyaan tentang kredit rumah haramkah itu dijawab dengan haram dan riba.

Karena, jumlah pengembalian lebih besar dari jumlah yang dipinjamkan. Dalam hal ini telah terjadi keuntungan dan kerugian di antara dua belah pihak. Dimana yang memberikan pinjaman tersebut bisa merasa diuntungkan dengan pengembalian yang lebih banyak, sedangkan yang diberikan pinjaman merasa dirugikan karena harus membayar pengembalian yang lebih banyak dari yang seharusnya.

Bahkan, Ibnu Qudamah rahimahullah juga telah bersabda bahwa, setiap hutang yang telah dipersyaratkan dengan sebuah tambahan biaya pembayaran, maka pertanyaan tentang kredit rumah haramkah telah terjawab, yaitu hutang adalah haram. Hal ini tidak ada perselisihan antara para ulama, karena semuanya juga sependapat dengan hal itu.

Selanjutnya, Ibnu Qudamah pun juga berkata, bahwa para ulama telah sepakat bila ada seseorang yang memberi pinjaman dengan cara memberikan syarat atau ketentuan kepada peminjamnya untuk memberi sebuah hadiah berupa tambahan pengembalian, maka itu artinya transaksi proses pinjam-meminjam tersebut disebut juga dengan riba.

Hal ini telah diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab, yang berasal dari Ibnu ‘ Abbass bahwa mereka melarang terjadinya hutang pihutang yang menarik keuntungan. Karena hutang pihutang itu sebenarnya sifatnya social dan untuk mendapatkan pahala. Maka dari itulah, bila didalamnya tersebut memang disengaja untuk mencari keuntungan semata, maka hal ini sama saja telah keluar dari konteks sebelumnya.

Tambahan itu bisa jadi akan menjadi riba, karena telah memberikan dampak kerugian untuk peminjamnya.

Fakta dalam Kredit KPR

Namun sayangnya, dalam hal ini sungguh terbalik dari kenyataan. Dimana pertanyaan untuk kredit rumah haramkah sudah tidak lagi begitu dihiraukan.

Hal ini terlihat dari adanya pinjaman program kredit KPR, dimana ada sebuah bank yang telah memberikan pinjaman berupa uang untuk nasabahnya. Namun sayangnya proses peminjaman uang tersebut harus dikembalikan lebih dari uang yang dipinjamkan tersebut.

Jadi, sebenarnya, fakta dari sini adalah bukanlah sebuah transaksi jual beli rumah pada umumnya. Itu karena sebenarnya pihak bank adalah sama sekali belum mempunyai rumah itu. Yang terjadi hanyalah, proses meminjamkan uang dimana didalamnya terdapat tambahan dana yang sudah jelas itu adalah riba. Sehingga, hal ini hukumnya adalah haram.