Ciri-Ciri Renternir Pemberi Pinjaman Kredit Rumah Niaga Syariah

Ciri-Ciri Renternir Pemberi Pinjaman Kredit Rumah Niaga Syariah – Dengan semakin meningkatnya kebutuhan seseorang akan sebuah rumah, hal ini membuat beberapa orang memilih untuk mengajukan program kredit rumah niaga syariah agar mereka bisa mendapatkan sebuah rumah. Namun sayangnya banyak di antara dari mereka yang kadang sampai lupa diri.

Baca juga: Wajib Baca sebelum Punya Kartu Kredit agar Transaksi Lancar

Dimana seharusnya mereka memperhatikan betul tentang kemampuan mereka dalam membayar angsuran dan uang DP nya, namun keduanya tidak benar-benar diperhatikan dengan baik. Sehingga, disaat mereka mengajukan untuk membeli rumah lewat sistem kredit, namun sayangnya untuk pembayaran uang DP sebagai tali pembelian rumah ini justru dilakukan melalui pinjaman online.

Kredit Rumah Niaga Syariah

Banyak di antara dari mereka yang mengambil jalan pintas dengan cara mencari pinjaman online agar mereka bisa membayar uang DP tersebut. Padahal, sudah jelas itu salah besar! Memang di satu waktu Anda bisa mendapatkan rumah tersebut dengan uang DP yang telah berhasil terbayarkan lewat pinjaman online tersebut.

Namun,ingat juga bahwa bila nanti program pengajuan kredit rumah niaga syariah Anda disetujui, itu artinya Anda harus membayar double untuk mengangsur pinjaman online Anda untuk membayar DP dan juga membayar angsuran kredit rumah Anda. Belum lagi bunganya yang selalu  naik. Karena beberapa pinjaman online sering kali memberikan pinjaman melebihi dari suku bunga yang seharusnya.

Sehingga, bukannya untung justru para peminjam malah terbelit hutang. Maka dari itulah, sebelum Anda memutuskan untuk mencari pinjaman secara online sebaiknya cari tahu dulu ciri-ciri dari pinjaman online yang baik dan buruk. Setidaknya, dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini akan menghindarkan Anda dari para renternir berkedok pemberi pinjaman online, antara lain:

Suku Bunga Pinjaman Terlalu Jauh Tinggi dan Sangat Mahal

Meskipun di waktu itu juga uang pinjaman segera cair, namun umumnya mereka mencari kesempatan itu untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari para peminjam. Yaitu dengan memberikan suku bunga yang begitu tinggi tidak seperti yang sehrusnya. Bahkan biaya pinjaman dan suku bunganya lebih dari batas yang seharusnya.

Misalnya saja dengan memberikan suku bunga hingga 1% untuk setiap harinya, atau bahkan memberikan suku bunga pinjaman sebanyak 1% untuk setiap 12 jamnya. Mereka berani sekali untuk memberikan bunga yang tinggi dengan alasan karena mereka berani memberikan persyaratan yang mudah untuk proses pencairan dana. Sehingga, pinjaman pun menjadi lebih cepat.

Biasanya suku bunga pinjaman yang diberikan oleh para renternir itu tidak sama. Semuanya bergantung dari keinginan mereka sendiri. Ini terjadi karena mereka tidak diabtasi pihak regulator, misalnya saja seperti otoritas jasa keuangan atau bahkan BI. Sehingga, meskipun Anda mendapatkan pinjaman untuk mengajukan kredit rumah niaga syariah, namun tetap saja akhirnya berakhir buruk sekali untuk diri Anda sendiri.

Persyaratan Mudah dan Cepat Cair

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kebanyakan dari mereka akan memberikan suku bunga yang tinggi karena mereka berani memberikan pencairan dana yang cepat dan persyaratan yang mudah. Sedangkan bank umumnya itu selalu memberikan persyaratan yang ketat dan harus jelas identitas diri dari peiminjamnya maupun dilihat dari catatan akhir kreditnya lewat proses BI checking.

Semuanya itu tidak akan dilakukan oleh para renternir. Karena nanti pada akhirnya Anda harus membayar pinjaman melebihi dari yang seharusnya.

Suka Bunga Suka Suka

Saat peminjam tidak bisa membayar pinjamannya hingga 2 bulan atau bahkan lebih, biasanya mereka akan meminta peminjam agar membayar bunganya sampai dengan 3x lipat lebih banyak. Tentu saja hal ini akan merugikan sekali untuk mereka yang ingin mencari pinjaman demi membayar uang kredit rumah niaga syariah.