Cara Memilih Makanan Anjing agar Bebas Obesitas

Cara Memilih Makanan Anjing agar Bebas Obesitas – Saat ini ada banyak sekali macam-macam dari makanan anjing yang dijual di sejumlah pasaran yang berkualitas. Dimana kualitasnya itu sendiri berbeda-beda, entah itu dari bahan baku yang digunakan dan juga kandungan nutrisinya.

Baca juga: Malas Membersihkan Tempat Makan Binatang Peliharaan Bisa Bikin Keracunan

Bila salah dalam memilih makanan tersebut, hal ini dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan si anjing. Sehingga, hal ini bisa mempengaruhi kesehatan dari anjing Anda.

Tips Memilih Makanan Anjing

Maka dari itulah, sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini ketika sedang memilih makanan untuk anjing supaya lebih lincah dan tidak obesitas, antara lain:

Makanan Anjing

Tentukan Nutrisi yang Dibutuhkan

Saat memilih makanan untuk anjing Anda, pastikan bahwa Anda telah melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kandungan nutrisi yang terdapat dalam labelnya tersebut. Jangan lupa juga untuk menentukan dari tahapan pertumbuhan anjing, ukuran anjing, dan juga kebutuhan gaya hidup dari si anjing itu sendiri. 3 hal tersebut jauh lebih efektif untuk melihat seperti apakah kebutuhan nutrisi dari anjing tersebut, disamping dilihat dari segi jenis anjingnya.

Jadi, selalu pastikan bahwa nutrisi yang terkandung di dalam kemasan makanan untuk anjing tersebut memiliki label yang sudah memenuhi standard dari AAFCO. Setidaknya makanan tersebut harus bisa mencukupi kebutuhan protein anjing, sebanyak 22 %, protein 18 % untuk anjing dewasa, serat sebanyak 5%, dan juga membutuhkan lemak sebanyak 12%.

Lihat dari Segi Usia dan Kegiatan Anjing

Pada dasarnya, makanan anjing itu dibuat dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan energi si anjing dilihat dari segi usianya.  Anjing yang usianya masih muda biasanya lebih aktif dan lebih banyak beraktifitas. Karena mereka masih dalam kondisi di masa pertumbuhan. Karena itulah, mereka butuh energi yang lebih banyak lagi dan membutuhkan nutrisi pertumbuhan yang lebih banyak dibandingkan anjing yang usianya lebih tua.

Umumnya, makanan yang diberikan untuk anak anjing itu mengandung protein sebanyak 30%. Hal ini dikarenakan nutrisinya tersebut sangat dibutuhkan sekali dalam masa pertumbuhannya. Maka dari itulah, sebaiknya selalu cek lagi label makanan tersebut sebelum membelinya. Sebaiknya beli saja berdasarkan usianya.

Konsultasikan pada Dokter Hewan

Bila anjing Anda sedang bermasalah terhadap kesehatan dan makanan bisa mempengaruhinya, maka dokter biasanya akan memberi Anda sebuah makanan dengan diet khusus untuk si anjing. Jadi, sebaiknya perhatikan dulu kesehatan anjing Anda sesudah berhasil mengkonsumsi makanannya tersebut.

Bila ternyata terjadi masalah pencernaan setelah pemberian makanan tersebut, sebaiknya segera hentikan pemberian makanan itu dan langsung konsultasikan hal ini pada dokter hewan Anda untuk melakukan pengobatan dan juga mendapatkan rekomendasi makanan yang sesuai untuk anjing Anda.

Cek Daftar Komposisi Labelnya!

Anjing merupakan binatang omnivora. Itu artinya, sebenarnya anjing itu dapat mengkonsumsi makanan dari sayur-sayuran, daging, dan juga biji-bijian. Pastikan juga bahwa daftar komposisi makanan tersebut dalam urutan pertama, yaitu daging. Misalnya saja seperti daging sapi dan daging ayam. Bukan dari meat by product ataupun meat meal. Karena itu artinya bagian dari daging sapi atau daging ayam yang sudah dibuat dikarenakan melewati proses pemotongan. Yaitu dari tulang, jeroan, dan darah.

Pilih Kemasan yang Bagus

Bila Anda sudah tahu harus membeli makanan yang mana, pastikan bahwa kemasan makanan anjing tersebut masih dalam kondisi yang tersegel rapat dan harus lengkap juga dengan informasi tentang expired date. Sehingga, Anda bisa tahu kapan waktu terakhir makanan tersebut boleh diberikan untuk anjing Anda.