Tips Mengatasi terjadinya Keracunan Ringan karena Makanan

Tips Mengatasi terjadinya Keracunan Ringan karena Makanan – Pernahkah Anda merasa pusing sampai mual sesudah menyantap sebuah makanan? Jika itu terjadi, bisa saja Anda sedang mengalami keracunan ringan oleh makanan yang Anda santap. Keracunan makanan ini dampaknya memang tidak separah seperti terjadi keracunan terhadap polusi udara. Namun, jika Anda membiarkannya begitu saja, hal ini bisa membahayakan kondisi kesehatan tubuh Anda.

keracunan ringan, cara mengatasi keracunan ringan, ciri-ciri keracunan ringan, kharakteristik keracunan ringan, tips mengatasi keracunan ringan, mengatasi masalah keracunan ringan

Penyebab Terjadinya Keracunan Ringan

  1. Karena makan makanan yang tidak steril. Makanan yang tidak steril ini bisa didapatkan dari cara pengolahan, memasak, dan proses persiapan yang tidak benar. Sedangkan, yang menjadi salah satu penyebab utamanya adalah karena terjadinya kontaminasi oleh organisme yang terdapat dalam makanan, berupa patogen, virus, dan juga bakteri.

 

  1. Bakteri juga menjadi penyebab umum dari terjadinya masalah keracunan pada makanan. Beberapa jenis bakteri itu bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan pada makanan. Bakteri itu adalah listeria, E.coli, dan juga Salmonella. Berdasarkan CDC, ada 1 juta kasus terjadinya keracunan makanan itu disebabkan adanya infeksi salmonella di setiap tahun.
  2. Parasit, berupa toksoplasma ini bisa ditemukan dari kotoran kucing. Ini adalah parasit yang bisa menyebabkan terjadinya keracunan pada makanan. Biasanya, orang dengan sistem imun yang lemah dan juga wanita hamil itu lebih beresiko sekali mengalami dampak yang serius bila parasit ini sampai pad ausus.
  3. Keracunan makanan oleh virus ini biasanya terjadi karena terkena virus hepatitis A.

Tanda-Tanda Keracunan Ringan

  1. Setelah beberapa jam konsumsi makanan yang telah terkontaminasi, biasanya keracunan ini baru bisa muncul. Setidaknya gejalanya akan muncul setelah 2 hari sampai dengan 5 hari. Misalnya saja, seperti diare, mual dan muntah, neri dan kram pada perut sesudah 12 jam sampai dengan 72 jam sesudah makan, merasa pusing dan sakit kepala.
  2. Bisa juga timbul gejala lain, berupa demam, sakit otot, sesak nafas, dan rasa lemas, serta lelah.
  3. Untuk gejala yang lebih berbahaya lagi dan dapat mengancam kondisi jiwa Anda adalah, diare selama berhari-hari, demam yang tinggi, sulit melihat dan berbicara, terjadinya dehidrasi berat, mulut terasa kering, buang air kecil namun tidak ada air seninya, sulit untuk menahan cairan.

Pertolongan Pertama saat Terjadi Keracunan Ringan oleh Makanan

  1. Lebih banyak mengkonsumsi air putih agar tidak sampai terjadi dehidrasi. Bila perlu, minum oralit juga.
  2. Konsumsilah minuman yang memiliki tingkat elektrolit yang tinggi. Misalnya saja seperti air kelapa dan jus buah agar dapat memulihkan kondisi karbohidrat dalam tubuh dan mengatasi masalah kelalahan pada tubuh.
  3. Jangan minum cafein, karena ini bisa membuat saluran pencernaan menjadi iritasi.
  4. Mengkonsumsi obat anti diare agar dapat memadatkan feses dan menyerap racun yang ada dalam usus.
  5. Mengkonsumsi cemilan padat. Misalnya saja, seperti sereal kering dan biskuit.
  6. Perbanyaklah istirahat.

Tips Mencegah terjadinya Keracunan Makanan

  1. Jagalah kebersihan Anda dan ubahlah kebiasaan Anda dalam menyimpan sekaligus mengolah makanan dengan baik.
  2. Cucilah makanan sebelum mengupasnya, atau mengolahnya dan jangan dimakan langsung.
  3. Cara menyimpan dan mengolah makanan yang baik adalah diletakkan di dalam freezer. Pastikan menyimpannya ke dalam suhu di bawah dari 4 derajat celcius.
  4. Pisahkan bagian makanan mentah dengan matang pada lemari es.
  5. Masak makanan sampai matang, dan simpan pada sebuah wadah yang kedap udara dan jauh dari sinar matahari.