Kerusakan Mesin Lion Air Diterima Laporannya sebelum Pesawat JT-610 Jatuh

Kerusakan Mesin Lion Air Diterima Laporannya sebelum Pesawat JT-610 Jatuh – Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 jenis Boeing 737 Max 8 sempat dikabarkan mengalami masalah di bagian mesin lion air ini. Edward Sirait, seorang CEO Lion Air mengakui bila sebelumnya dirinya sempat menerima masalah terhadap teknis pesawat lion air ini. Meskipun begitu, masalah teknis itu sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur dan juga maintenance yang telah dikeluarkan oleh pabrikan pesawat.

Baca juga: Ponsel Lipat Samsung 2018 Ini Bikin Nyengir

Namun sayangnya, dia juga menegaskan, bahwa di hari Minggu, tanggal 28 Oktober 2018, pesawat tersebut dinyatakan masih layak terbang oleh pihak enginer yang berwenang. Sempat mengalami masalah, namun semuanya sudah ditangani oleh pihak engineer yang baik sesuai dengan prosedur. Hasilnya adalah, pesawat tersebut masih laya terbang. Hal ini telah disampaikan ketika konferensi pers yang dilakukan di Bandara Soekarno Hatta.

mesin lion air

Diketahui, bahwa sebelum pesawat tersebut diberangkatkan dari Bandara menuju ke Pangkal Pinang, kondisi mesin lion air ini dinyatakan masih layak terbang di jam 06.10 WIB. Disebutkan pula bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan T 610 ini adalah pesawat dari generasi terbaru milik Boeing 737 Max yang ke-8. Menurut pengetahuannya, pesawat Boeing ini baru dimiliki oleh Lion Air. Untuk lebih tepatnya adalah baru diterima di Jakarta, pada tanggal 13 Agustus 2018.

Saat itu, pesawat ini diterbangkan pertama kali di tanggal 15 Agustus 2018. Ini adalah pesawat yang berasal dari generasi terbaru. Hal yang sama juga disampaikan oleh kepala Otoritas Badara Wilayah 1 dari Kelas Utama Bandara Soekarno Hatta yang ada di Cengkareng. Dia adalah Bagus Sunjoyo. Dirinya juga membenarkan bila rencana pilot pesawat Lion Air JT 610 ini telah melakukan RTB atau return to base yang berkaitan dengan keluhan terhadap mesin lion air yang rusak.

Namun, sesudah ditanggapi dari permintaan itu, selanjutnya tidak ada kabar dari sang pilot lagi. Jadi, setelah dirinya menyampaikan RTB ini,  setelah itu terjadi lost contact di jam 6.33 WIB.  Barulah kemudian sang pilot  minta kembali dikarenakan ada urusan mesin. Begitulah sampainya. Kemudian, berdasarkan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyatakan bahwa laporan sementara dari hasil penyelidikan penyebab dari kecekaan pesawat ini sementara menujukkan bahwa pesawat yang telah jatuh ke dalam perairan Tanjung Karawang ini tidak pecah saat bersentuhan dengan air ataupun di udara.

Menurut kepala KNKT, Soerjanto, bila pesawat tersebut pecah di udara, tentu saja serpihannya melebar. Namun, fakta membuktikan bahwa hal ini tidak terjadi pada serpihan pesawat Lion Air ini. Karena pesawat dalam kondisi utuh saat menyentuh air. Kesimpulannya tersebut diambil saat melihat adanya kondisi mesin Lion Air yang ditemukan dengan kondisi turbin yang berantakan. Karena semua sudut turbin dan kompresornya telah hilang. Sehingga, hal ini menandakan bahwa mesinnya masih dalam kondisi yang hidup dengan putaran yang tinggi.

Mesin pesawat Lion Air yang terbang ke Pangkalpinang ini tidak sedang mengalami masalah. Namun, sampai pada saat ini, belum diidentifikasi, namun dilihat dari temuan bagian mesinnya, kedua mesinnya masih hidup dengan rpm yang tinggi. Konferensi pers tersebut telah dihadiri oleh Menteri Perhubungan, yaitu Budi Karya Sumadi, seorang Panglima TNI, yaitu Marsekal Hadi Tjahjanto, kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, yaitu FH Bambang Soelistyo, pendiri Lion Group yaitu Rusdi Kirana, dan juga Direksi Lion Air.