MUI: Kredit Rumah Halal, Tidak Riba

MUI: Kredit Rumah Halal, Tidak Riba – Beberapa orang sering kali bingung saat mereka ingin mengajukan kredit rumah. Hal ini dikarenakan ada beberapa yang mempermasalahkan tentang halal dan haramnya. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kredit rumah halal, namun ada juga yang sebaliknya. Lalu, manakah yang benar?

MUI: Kredit Rumah Halal, Tidak Riba

Bebricara tentang permasalahan halal dan haram tentang jual beli lewat kredit ini, pihak dari ketua MUI dari kabupaten Bandung, yaitu KH Anwar Saifuddin Kamil telah menegaskan bahwa sebenarnya kredit itu diperbolehkan. Jadi, sudah jelas bahwa kredit rumah halal, tidak haram.

Baca juga: Dp Rumah untuk Kredit Rumah Jaminan BPJS senilai 480 Juta Rupiah

Namun, tetap saja digaris bawahi besar bahwa kredit itu sebenarnya diperbolehkan dan bukan merupakan riba bila sudah melewati beberapa ketentuan tertentu yang ditetapkan. Bahkan, dalam hal ini, di acara diskusi yang telah diselenggarakan di FIF pada RM Kampung Sawah, di Soreang menyatakan bahwa kredit itu beda jauh dari yang namanya riba.

Kredit adalah proses membeli dengan cara diangsur. Jadi, kredit itu sebenarnya diperbolehkan saja bila di antara kedua belah pihak, baik itu pihak penjual dan juga pihak pembeli tersebut sama-sama tidak ada yang saling dirugikan. Bila point yang satu ini sudah tercapai dan bisa tercapai, maka kredit rumah halal.

Selain itu, perlu dicatat pula bahwa sebenarnya jual beli dengan cara kredit itu diperbolehkan juga bila sudah ada kepastian tentang harga dari awal. Jadi, tidak ada yang namanya 2 harga. Itu artinya, dari awal, kedua belah pihak sudah menyepakati yang namanya 1 harga saja, bukan 2 harga. Jadi, 2 harga yang ditawarkan itu merupakan pilihan dari awal pengajuan kredit, sebelum akhirnya terjadi transaksi yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Sayangnya, banyak pihak Ormas dan LSM mulai memprovokasi untuk menghentikan program kredit. Hal ini dikarenakan bersebrangan dengan ajaran dari sebuah agama. Jadi, disampaikan untuk kedua kalinya oleh Anwar bahwa sebenarnya tidak dibenarkan hal itu. Karena pelarangan tersebut tidak didasari dengan alasan yang kuat.

Misalnya saja kedua belah pihak telah sepakat dengan harga jual dengan cara dicicil, maka itu artinya harga sudah tidak boleh lagi untuk digeser atau diubah-ubah selama proses angsur terjadi. Jadi, dalam hal ini, kredit itu tidak boleh diturunkan ataupun dinaikkan karena kreditnya dilakukan lebih lambat atau dipercepat.

Jadi, dalam diskusi yang bertemakan tentang apakah kredit rumah halal atau riba, dalam hal ini telah hadir pula Didi Agung sebagai nara sumber, dimana beliau ini telah menjadi kepala FIF yang ada di Soreang.

Di dalam acara tersebut, FIF Syariah tersebut ditawrkan menjadi program unggulan. Program ini ditawarkan menjadi sebuah solusi terbaik untuk leasing yang menggunakan panduan berbasis syariah dan dibenarkan oleh agama.

Itu artinya, dengan menggunakan FIF syariah inilah, maka program penawaran untuk angsuran kredit rumah ini akan disesuaikan  berdasarkan kehendak para konsumen. Sehingga, tidak akan ada yang diuntungkan ataupun dirugikan. Dalam hal ini, berarti bahwa kredit rumah halal ini bisa benar-benar berlaku jika Anda memilih kredit rumah yang syariah.

Melihat hal tersebut, kini tentunya Anda sudah tidak perlu bingung lagi dengan apa yang dimaksud dengan kredit rumah yang halal dan haram itu. Karena, berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya kredit rumah halal itu bisa dilihat dari hasil akhirnya, apakah ada yang dirugikan atau tidak. Jika tidak ada, maka kredit rumah tidak menjadi masalah.