Over Kredit Rumah Dukuh Zamrud sebagai Sarana Investasi

Over Kredit Rumah Dukuh Zamrud sebagai Sarana Investasi – Apakah Anda berminat untuk over kredit rumah Dukuh Zamrud? Anda bisa menjadikan pembelian rumah tersebut sebagai investasi. Dalam hal ini, sistem angsuran uang mukanya pun juga makin mempermudah proses pembelian rumah tersebut. Karena kini Anda dapat membeli rumah dengan sistem angsuran DP. Jadi, sesudah Anda melunasi uang mukanya tersebut, maka harga jual rumah mungkin telah naik.

Baca juga: Appraisal Over Kredit Rumah KPR Kecil? Ini Alasannya!

Over Kredit Rumah Dukuh Zamrud

Namun, Anda masih tetap mendapatkan harga jual rumah yang sama seperti yang disepakati sebelumnya. Misalnya saja harga jual rumah adalah senilai 350 juta rupiah, setelah itu Anda membeli rumah dengan cara sistem kredit in house yang didapatkan dari developer dengan pernjanjian di awal uang DP sebesar 10% + angsuran sebanyak 24 kali. Maka itu aritnya, Anda hanya harus membayar uang DP nya tersebut senilai 35 juta rupiah.

Untuk angsurannya sendiri mencapai 13 jutaan rupiah di setiap bulan. Sesudah melewati masa 2 tahun, tentu saja harga jual rumah di area tersebut kadang bisa naik menjadi 30%. Sehingga, harga jual rumah tersebut menjadi naik senilai 455 jutaan rupiah. Bila ketika itu juga Anda menjual rumah itu, sudah pasti Anda bisa mendapat untung senilai 105 juta rupiah dari pembelian rumah Anda tersebut.

Sekarang ini, cara investasi yang seperti ini mulai digandrungi oleh semua orang. Tentu saja hal ini diperlukan sebuah kepandaian dalam melihat seperti apakah perubahan dari harga pasar itu sendiri. Dimana konsumen harus tahu kapankah harga jual rumah tersebut bisa naik atau mungkin justru akan menurun. Itu artinya, Anda harus bisa memprediksi terhadap perubahan harga jual rumah tersebut di masa yang akan datang.

Nah, dalam hal ini, penawaran penjualan rumah dengan cara over kredit rumah Dukuh Zamrud in house ini memang sebenarnya cukup meringankan beban dalam pembayaran uang muka rumah tersebut. Dan sudah pasti cara ini akan sangat menggiurkan sekali. Terlebih untuk mereka yang memiliki penghasilan di bawah dari 10 juta rupiah.

Di samping itu, konsumen juga seharusnya lebih cermat ketika akan membeli sebuah rumah dengan cara in house credit ini. Bukannya apa-apa, namun sekarang ini ada banyak sekali para pengembang yang nakal dengan konsumennya. Padahal, sekali Anda sudah terlanjur menandatangani akad kredit tersebut, maka mau tidak mau Anda harus segera membayar angsurannya setiap bulan.

Sementara itu, salah satu bentuk dari kenalakan tersebut meliputi spesifikasi rumah yang didapatkan ternyata tidak sama seperti penawaran yang diberikan di awal perjanjian. Belum lagi, masih ada juga pembangunan rumah yang belum selesai. Padahal, tujuan Anda dalam mengambil kredit tersebut adalah agar Anda bisa segera menempati rumah itu.

Sedangkan, pihak bank sendiri tidak ada kaitannya dengan kenakalan yang dilakukan oleh developer tersebut. Bagaimanapun juga, angsuran tersebut harus tetap dibayar sekalipun ternyata ada masalah tentang pembangunan rumah itu. Maka dari itulah, untuk menghindari hal-hal yang merugikan seperti ini, sebaiknya lebih telitilah dalam membeli rumah dengan cara kredit in house ini.

Anda harus lebih teliti sebelum Anda menandatangani akad tersebut. Selanjutnya, hal terakhir yang harus Anda ketahui dalam proses pembatalan pembelian ini nanti bisa sangat merugikan Anda sebagai pembeli nanti. Karena sudah pasti developer memang akan tetap mengembalikan uang muka yang sudah Anda bayar. Namun, tidak semuanya akan benar-benar dibayar secara penuh.

Bahkan, terkadang hanya setengahnya saja yang nanti akan dikembalikan tersebut. Maka dari itulah, sebaiknya lebih telitilah dan lebih waspada saat membeli rumah agar tidak rugi.