Prabowo Sandi Menolak Undangan Test Membaca Al Qur’an, Ini yang Terjadi Sebenarnya..

Prabowo Sandi Menolak Undangan Test Membaca Al Qur’an, Ini yang Terjadi Sebenarnya.. – Prabowo Sandi pasangan calon presiden ( Capres ) dan calon wakil presiden  ( Cawapres ) nomor urut 2, yang dimana ditahun ini akan segera bersaing untuk meraih hati masyarakat dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Untuk menentukan siapa yang akhirnya akan mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin pemerintahan negara, untuk waktu sampai 5 tahun ke depan.

Suasana panas dan ramainya pesta demokrasi bahkan sudah terasa dari tahun 2017 kemarin, para pendukung masing – masing pasangan calon presiden dan wakil presiden saling menyuarakan dan menunjukan bentuk dukungannya. Baik untuk pasangan calon nomor urut 1 yang dipegang oleh Bapak Jokowi Dodo sebagai calon presiden dan KH.Maruf Amin sebagai calon wakil presiden, maupun pasangan calon nomor urut 2 yang dipegang oleh Prabowo sebagai calon presiden dan Sandi sebagai calon wakil presiden.

Baca Juga: Peruntungan Ramalan Shio 2019,Mana Yang Paling Beruntung?

Pada periode sebelumnya persaingan antara ke -2 kubu juga terjadi, dimana pada saat itu Bapak Prabowo yang memegang no urut 1, sedangkan Bapak Jokowi memegang no urut 2. Dan kejadian persaingan ini terulang kembali ditahun ini, dimana bapak Prabowo akan berhadapan kembali dengan bapak Jokowi seperti dulu. 

Berbagai lika – liku jalannya pesta demokrasi, berbagai hal menyangkut pasangan calonpun terus diangkat menjadi bahan perbincangan yang seharusnya bukan untuk menjatuhkan. Seperti berita yang tengah menjadi bahan perbincangan berikut ini, mengenal penolakan yang dilakukan oleh kubu dari Prabowo Sandi mengenai undangan untuk kegiatan test membaca Al Qur’an. 

Dimana dalam menanggapi permasalahan ini anda perlu lebih bijak, dengarkan terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kubu no urut 2 ini tidak bisa memenuhi undangan yang diberikan. Sebab didalam agamapun kita diajarkan untuk berbaik sangka, dan negara ini juga mengajarkan masyarakat untuk tidak menghakimi sendiri. Mari dengarkan penjelasan yang diberikan oleh kubu ini.

Setiap keputusan dan tindakan yang diambil pasti ada alasannya, dan menurut Badan Pemenangan Nasional paslon no 2 ini mengutarakan alasannya. Menurut juru bicara yang ditemui pada hari Minggu tanggal 30 Desember bernama Sodik Mudjahid, bukan soal uji bacaan saja yang diperlukan yang terpenting yaitu pemahamannya terhadap isi dari kitab suci Al-Qur’an.

Menurut Bapak Sodik, sebagai juru debat untuk pasion dengan nomor urut 2 ini menyatakan bahwa jauh lebih penting memahami terhadap isi kitab suci Al Qur’an ini dan juga harus tahu bagaimana cara mengamalkannya dengna demokratis berdasarkan UUD 45 dan Pancasila, dibandingkan harus membaca saja.

Bahkan ia ( Sodik ) juga beranggapan bahwa, pemahaman adalah kunci yang jauh lebih utama dibandingkan sekedar bisa melantunkan ayah suci Al-Qur’an dengan fasih. Bahkan menurut beliau apabila dilihat dalam sisi lainnya seperti pada pemilihan seorang ketua dari organisasi PSSI, ia juga tidak diharuskan untuk bisa dan mahir dalam bermain sepak bola tetapi lebih menitik beratkan pada sistem kepemimpinan yang mampu di emban dan dipegang serta dipertangggung jawabkan dengan baik.

Dan hal terpenting yang perlu diperhatikan dan dipahami dalam kitab suci yang dijadikan sebagai syarat untuk menjadi pemimpin,  bukan diukur dari kemampuan test sebatas bacaan namun lebih kepada ungkapan pemikiran yang tepat dan bijak sebagai nilai lebih bagi seorang pemimpin.