Review Pura Ulun Danu Beratan Bali

Review Pura Ulun Danu Beratan – Tentu saja tempat ini merupakan primadonanya Bali. Banyak orang begitu senang sekali untuk tinggal  disini karena memiliki keindahan yang tiada tandingannya. Disebut sebagai Pura Ulun Danu Beratan ini dikarenakan tempat ini merupakan 1 di antara 9 pura kahyangan jagat yang telah mengelilingi Bali. Tempat ini merupakan 1 pura paling penting untuk masyarakat Hindu yag ada di pulau Dewata.

Baca juga: Wisata Keluarga Terbaik Hanya di New Kuta Green Park Pecatu

Tempatnya berada di tepian dari danau Bratan. Danau ini dikenal dengan gunugn suci yang terletak pada 1.200 mdpl. Di samping itu, dilihat dari segi religiulitasnya secara keseluruhan, tempat ini sangat penting sekali untuk irigasi di Bali, Subak. Jika Anda menyukai sebuah keindahan, maka Bedugul merupakan tempat yang paling molek dan sempurna di Bali. Disinilah Anda juga dapat mengkombinasikan antara ketenangan danau yang lengkap dengan landscape pegunungan di Bali.

Meninjau Lebih Dekat

Saat Anda merujuk ke bagian lontar babad Mengwi, maka jejak arkeolog telah ditemukan, tepat di halaman depan pada Pura Ulun Danau Bedugul. Yaitu sebuah sarkofagus dan sebuah papan batu. Ini mengisyaratkan bahwa lokasi ini memang merupakan sebagai pura yang sudah dipakai untuk tempat ritual dari zaman Megalitikum atau dari 500 tahun yang lalu sebelum tahun Masehi. Kedua artefak tersebut telah ditemukan pada babaturan. Yaitu tepat di halaman depan Pura.

Pura Ulun Danu Beratan

Sebelum mendirikan sebuah Pura Taman Ayn, seorang pendiri kerajaan Mengwi, yaitu I Gusti Agung Putu telah membangun Pura lebih dulu di bagian ujung danau Baratan. Sampai sejauh ini, belum ada 1 pun penjelasan tentang babad Mengwi tentang kapan raja itu telah mendirikan sebuah pura Ulun Danu ini. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat saat upacara di hari Anggara Kliwon Medangsia, di tahun saka 1.556.

Dari penjelasan ini, maka dapat diketahui bahwa tempat ini sebenarnya sudah dibangun dari sebelum 1.556. diceritakan bahwa sejak didirikannya sebuah pura, kerajaan Mengwi menjadi sejahtera dan tentram.karena itulah, para masyarakat menyebutnya sebagai I Gusti Agung Putu untuk I Gusti Agung Sakti. Keberadaan dari Pura ini di empon oleh 4 satakan yang berasal dari desa sekitarnya. Yaitu Candikuning, Bangah, Antapan, dan juga Baturiti.

Bersama dengan pemerintah daerah, selanjutnya desa dari adat setempat mengelola tempat ini hingga bertahun-tahun. Barulah kemudian, tempat ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan dan telah menjadi tempat bagi umat Hindu yang ada di bali dan di Indonesia untuk menghadap sang kuasa. Dalam hal ini, harapan untuk umat Hindu adalah sebuah kemakmuran, kesuburan tanah, kesejahteraan manusia, dan juga kelestarian alam.

Pura Ulun Danu Beratan ini terdiri atas 5 Pura dan juga 1 Stupa Buddha. Perlu diketahui, bahwa Meru dengan 11 atap didedikasi sebagai Siwa bersama dengan sang istri, Parwati. Sementara Budha mempunyai tempat yang ada di dalam kuil dewa Hindu.

Kegiatan di Pura Ulun Danu Beratan

Kegiatan yang bisa dilakukan disini ada banyak. Yaitu menikmati keindahan alamnya, menikmati kesegaran udara, melihat budayanya, memancing, bermain speed boad, jukung, pedal boat, dan masih banyak yang lainnya. Disini juga terdapat berbagai macam fauna eksotis yang menarik, beserta layanan foto profesional yang siap melayani Anda untuk berfoto bersama dengan Chameleon, Eagle, Phyton, Owls, Big Hornbill, dll.

Sedangkan untuk biaya tiket masuknya adalah sebesar 15 ribu rupiah untuk anak-anak. Sedangkan dewasa adalah sebesar 20 ribu rupiah. Selanjutnya, untuk anak-anak dari mancanegara adalah 25 ribu rupiah. Sedangkan untuk harga tiket masuk dewasa dari mancanegara adalah 50 ribu rupiah.