Sarapan Mie Instan Ternyata Juga Sehat, Ini Alasannya!

Sarapan Mie Instan Ternyata Juga Sehat, Ini Alasannya – Mie instan adalah salah satu makanan yang mana proses pembuatannya sangat cepat dan sangat tidak ribet. Bisa dibilang bahwa makanan ini kini telah menjadi menu sarapan paling praktis dan paling popular di kalangan keluarga Indonesia. Namun sayangnya, banyak orang berkata bahwa sarapan mie ini dianggap tidak sehat. Karena makanan ini mengandung zat kimia, berupa micin.

baca juga :Hati-Hati! Mata Gatal Dikucek  itu Berbahaya

Padahal, berdasarkan ahli kesehatan, yaitu Prof. Hardiansyah, telah mengatakan bahwa mie itu ternyata masih bisa dijadikan sebagai salah satu sajian menu sarapan terbaik dan paling sehat untuk Anda. asalkan Anda dapat menyajikannya dengan benar, maka makanan ini bisa memberikan sumber gizi yang seimbang nantinya. Jadi, sebaiknya cobalah untuk tidak menyajikannya hanya dengan mie saja. namun, cobalah untuk menambahkan sumber gizi yang lain. Misalnya saja seperti sayuran.

Hati-Hati! Mata Gatal Dikucek itu Berbahaya

Namun meskipun begitu, sebaiknya jangan mengkonsumsinya secara berlebihan juga. Jika hanya mengkonsumsi mie instan saja, tentu saja itu tidak benar. Namun, bila Anda mengkonsumsinya sambil ditambahkan dengan protein, sayur-sayuran, dan susu, maka mie ini bisa juga menjadi salah satu sajian menu sarapan yang sehat juga. Karena, bagaimnaapun juga, mie itu adalah sumber karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Di samping menunya harus diperhatikan, hal yang penting yang lainnya adalah kemauan untuk sarapan pagi. Karena, jika tidak sarapan pagi, maka hal ini akan membuat dalam waktu selama 30 menit hingga 60 menit, anak bisa mengalami masalah konsentrasi dan merusak kegiatan proses pembelajaran di sekolah. Bahkan, sampai saat ini, Profesor ini juga telah menyatakan bahwa ada banyak anak yang ternyata sering tidak sarapan.

Bahkan, berdasarkan Naskah dari Akademik pekan sarapan nasional, yaitu dari PERGIZI Pangan Indonesia di tahun 2012 dinyatakan sebuah prevalensi tidak umum pada anak dan juga remaja saat sedang sarapan pagi. Dimana persentasenya mencapai 16,9 % sampai dengan 59% untuk anak-anak dan remaja. Sedangkan, untuk orang dewasa mencapai 31,2 %. Sedangkan, untuk hasil analisa dari data konsumsi pangan, Riskesdas di tahun 2010 yang lalu, ada sebanyak 35 ribu anak di usia sekolah mencapai 44,6 % anak yang melakukan kegiatan sarapan pagi ini Cuma mendapatkan asupan energi tidak lebih dari 15% dari kebutuhan yang semestinya.

Dimana seharusnya, mereka membutuhkan sebanyak 15% sampai dengan 30% dari nilai gizi yang telah dibutuhkan. Itu artinya, ada sebanyak 70% anak sekolah, 7 dari 10 anak di usia sekolah banyak yang belum memenuhi kebutuhan gizi untuk sarapan pagi. Untuk masalah makan siang ada sebanyak 99% dikarenakan telat makan. Namun, menu makanannya biasanya jauh lebih lengkap dari menu sarapan pagi. Masalah sarapan umumnya jauh lebih serius dibandingkan makan siang.

Melihat hal ini, CSR Manager dari Indofood, yaitu Dwi Setyo Irianingsih, menyatakan bahwa selama 4 tahun berturut-turut, pihak Indofood telah merayakan sebuah pekan untuk sarapan nasional yang diadakan di tanggal 14 Februari sampai dengan 19 Februari. Dengan menggalakkan program edukasi tentang pentingnya sarapan, khususnya untuk anak-anak yang berada di tingkat SD dari kelas 3 SD sampai dengan di kelas 6 SD.

Di samping itu, ketika memasuki usia SD, anak-anak umumnya mulai terindikasi mengalami anemia, dimana masa depannya seharusnya masih panjang sekali. Bahkan, di tahun ini ada sebanyak 7 kota yang diadakan sebuah program sarapan sehat.