Ciri-Ciri Perbuatan Netizen yang Tidak Cerdas terhadap Serangan Teror!

Ciri-Ciri Perbuatan Netizen yang Tidak Cerdas terhadap Serangan Teror – Berita duka telah hadir dari sejumlah area yang ada di kota besar yang ada di Indonesia dalam beberapa belakangan hari ini. Terlebih saat ini ada banyak sekali berita tentang aksi dari serangan teror bom, sehingga hal ini menjadikan situasinya makin mencekam hingga ke semua daerah.

Serangan Teror

Maka dari itulah,  bila Anda peka terhadap kondisi sekitar, mungkin Anda tidak akan tinggal diam dalam menyampaikan pendapat. Entah itu dari ungkapan simpati sampai dengan luapan dari emosi di semua media sosial.

Baca juga: Portuguese Egg Tart Menu Jajanan Cocok untuk Pebisnis Kuliner

Padahal, semarah apapun Anda, sebagai seorang warganet yang cerdas, Anda harus dapat memakai akun media sosial Anda dengan cerdas dan bijak. Hal ini dilakukan demi kebaikan bersama dengan tidak menebar berita yang hoaks dan belum tentu kebenarannya, namun hal ini bisa menjaga supaya tidak ada aksi berbagi di sosial media yang mengarah pada tindakan adu domba dikarenakan telah menyudutkan kelompok tertentu saja.

Di bawah ini adalah ciri-ciri dari perbuatan warganet yang tidak cerdas dalam menyikapi serangan teror di media sosial, dan harus dihindari, antara lain:

Pertama, sering ikut-ikutan menyampaikan berita di media sosial pribadi saat melihat ada berita di media sosial. Sebelum nda membagi psotingan apa saja di media sosial, sebaiknya cobalah untuk melakukan pengecekan ulang. Apakah berita yang Anda dapat benar-benar valid atau tidak. Jangan sampai Anda ternyata membagikan informasi yang sesat pada para pengikut Anda di media sosial.

Kedua, sering mengunggah video dan foto yang vulgar yang dapat menjadikan orang yang melihat merasa jijik, takut, dan menimbulkan efek yang traumatis. Saat ini sudah cukup yang ada di media sosial saat ini ada banyak video dan foto aksi yang memilukan dan keji oleh para pelaku teroris. Maka dari itulah, rasanya kurang bijak juga bila Anda kemudian ikut-ikutan dan membuat para pengikut Anda merasa ngilu dan trauma ketika melihat adegan sadis dari serangan teror tersebut. membagkan konten yang tidak seharusnya seperti itu justru akan membuat sang pelaku teror merasa senang karena mereka telah berhasil membuat para masyarakat merasa ketakutan.

Ketiga, sering membagikan berita dengan sepotong-sepotong tepat di akun media sosial pribadi dan menambahkan pernyataan yang sifatnya menyudutkan kelompok tertentu. Hal yang seperti ini sangat tidak baik sekali. Akan jauh lebih baik bila Anda membagi hal-hal yang baik dan positif dan sifatnya membangun. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan Anda menebarkan berita dan opini pribadi yang bisa membuat rekan, teman-teman, dan yang lain merasa tersinggung. Parahnya, hal ini bisa saja membuat Anda dilaporkan karena memiliki konten sensitif yang bsia menyebar kebencian.

Ke-empat, mengumpat, marah tidak terkontrol dalam semua unggahan yang Anda bagi atas serangan teror yang terjadi, dengan maksud bersimpati itu sebenarnya tidak baik juga. Karena lama-lama kesannya menajdi penuh kebencian. Akan lebih baik bila Anda mengunggah semua hal yang lebih berfaedah dan informatif.  Hal ini lebih baik dibandingkan Anda marah-marah di media sosial. Anda memang sedih dan marah atas hal ini, namun cobalah untuk bersikap waras di sosial media.

Kelima, sering menunggah teori pribadi di tengah serangan teror yang terjadi. Karena hal ini bisa membuat para follower Anda menjadi bingung. Salah-salah pernyataan itu ternyata bisa menjadi fitnah.