SKMHT dengan APHT dalam Kredit Rumah Untuk Pedagang

SKMHT dengan APHT dalam Kredit Rumah Untuk Pedagang – Pada dasarnya, kredit rumah untuk pedagang ini adalah salah satu solusi paling tepat untuk Anda yang ingin punya rumah tapi tidak ada dana yang cukup untuk membayarnya secara cash. Kehadiran adanya kredit rumah itu sendiri kini cukup membantu semua orang agar bisa mendapatkan sebuah rumah impian.

Baca juga: Yakin Kredit Rumah Syariah Di Bekasi Lebih Murah? Simak Artikel Ini Dulu!

Menariknya lagi adalah, sekarang ini proses pengajuan kredit rumah untuk pedagang ini tidak lagi bertele-tele. Semua orang bisa mendapatkan sebuah rumah dalam waktu yang lebih singkat. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah proses kpr itu bisa mudah?

kredit rumah untuk pedagang

Jawabnya adalah belum tentu!

Dalam mengajukan proses kredit rumah untuk pedagang ini, Anda dituntut untuk membayar DP lebih dulu sebanyak 20% dari harga juga rumah tersebut. itupun masih ada banyak tambahan biaya ya g lainnya, yang meliputi biaya admin, biaya notaris, dan asuransi yang jumlahnya tidak sedikit.

Dari sejumlah surat itu, ada 2 diantaranya yang meliputi surat kuasa atas pemberian hak tanggungan, atau SKMHT dan ada juga akta pembebanan hak tanggungan atau disebut juga dengan APHT. Bagi yan gbelum pernah mengajukan kredit rumah, besar kemungkinan mereka tidak akan tahu tentang 2 dokumen tersebut.

SKMHT dan APHT

SKMHT ini adalah salah satu surat yang isinya memberikan sebuah kuasa yang dibuat atau diberi oleh pemberi agunan atau diberi oleh pemilik tanah, yaitu seorang developer sebagai pihak dari pemberi kuasa untuk kreditur yang telah emnerima kuasa untuk mewakili pemberi kausa dalam memberikan hak tanggungan pada kreditur untuk tanah milik dari pemberi kuasa.

Dari pernyataan itu, maka semua kuasanya akan diberi oleh developer ke kreditur sebagai perwakilan guna menjaminkan tanah yang dimilikinya. Bila pemberi jaminan ini dibebani dengan hak tanggungan, maka nanti surat pemberian kuasanya harus masuk ke dalam SKMHT. Nah, SKMHT ini nanti dibuat oleh notaris karena ada persyaratannya yang harus dilengkapi dengan akta otentiknya.

Yang pasti, pembuatan SKMHT ini dibutuhkan jika sertifikat rumah itu masih menggunakan nama penjual atau menggunakan nama developer. Dengan begitu, diperlukan proses balik nama lebih dulu didasarkan pada AJB pada pihak debitur atau pembeli rumah. Aturan tentang SKMHT ini diatur dengan gambling dalam sebuah pasal 15, yaitu tentang UU Hak tanggungan.

Proses Pembuatan APHT dan SKMHT

Untuk proses pembuatan dari SKMHT ini harus disesuaikan dengan ketentuan UU yang berlaku. Ini harus dipatuhi oleh semua PPAT atau notaris yang bertugas membuat SKMHT tersebut. Proses untuk jangka waktu peningkatan SKMHT ke APHT ini umumnya dilangsungkan selama 1 bulan untuk tanah yang sudah terdaftar. Sedangkan yang belum terdaftar membutuhkan waktu selama 3 bulan.

Untuk APHT sendiri adalah sebuah akta atau surat yang digunakan untuk jaminan bahwa pinjaman yang diberikan oleh bank akan dilunasi dan dibayari. Pihak yang akan menandatangani APHT ini adalah si pembeli rumah dan juga pihak kreditur atau dari bank. Yang pasti, inti dari APHT ini sebenarnya adalah pemegang developer akan menjadi pemilik sertifikat tanah yang memberi hak tanggungan tanah untuk bisa mendapat jaminan pelunasan dari hutang debitur pada krediturnya.

Itu tadi adalah beberapa hal terkait dengan surat-surat yang ada dalam proses kredit rumah untuk pedagang. Dengan memahaminya, diharapkan dapat cukup membantu Anda dalam mengajukan proses kredit rumah ini.