Tips Membeli Rumah lewat Kredit Rumah Lewat Developer

Tips Membeli Rumah lewat Kredit Rumah Lewat Developer – Membeli sebuah rumah menggunakan kredit rumah lewat developer adalah hal yang lazim dilakukan oleh para masyarakat di perkotaan. Akan tetapi, Anda tetap harus berhati-hati agar Anda tidak sampai tertipu.

Baca juga: Cara Mendapatkan Kredit Rumah Murah di Semarang

Maka dari itulah, kali ini kami akan berikan sedikit tips saat Anda ingin membeli sebuah rumah lewat kredit dari developer agar Anda nanti tidak sampai tertipu oleh mereka.

Kredit Rumah Lewat Developer

Namun sebelumnya, kami akan berikan informasi tentang sejumlah keuntungan bila Anda membeli rumah lewat developer ini, antara lain:

  1. Cara ini sangat mudah! Jadi, Anda tidak harus repot-repot untuk mencari tanah dan tidak harus membangun tanah tersebut. karena nantinya rumah itu akan dibangun oleh pihak developer.
  2. Perumahan dari developer ini umumnya berada di area yang sudah tertata dengan bagus dengan landscape dan juga fasilitas pendukung yang sudah memadahi.
  3. Bisa Anda beli lewaat KPR. Kebanyakan pengembang sudah bekerjasama dengan pihak bank saat menyediakan fasilitas pinjaman untuk mendapatkan sebuah rumah. Ini cocok sekali dengan profil para pembeli yang mana 70% sudah melakukan pembelian secara kredit.

Tips Kredit Rumah lewat Developer

Namun meskipun begitu, tetap saja membeli rumah lewat kredit rumah lewat developer itu bukan tanpa masalah. Ada banyak keluhan yang telah disampaikan dari para pengguna tentnag developer yang bermasalah. Karena itulah, sebelum semua itu terjadi, sebaiknya simak tips di bawah ini!

  1. Sebaiknya pahami baik-baik seputar legalitas dari pembelian rumah terlebih dahulu. Ketika Anda datang kepada pengembang, mungkin sering ada ungkapan bahwa beli rumah dari developer itu sama saja membeli gambar. Karena, kebanyakan rumah yang dijual itu masih indent.
  2. Nah, dari sinilah Anda sebagai pembeli harus mendapat pinjaman kredit rumah lewat developer lebih dulu agar rumah dibangun pengembang. Jadi, serah terima rumah jadi bisa dilakukan dalam waktu beberapa bulan setelah itu. Biasanya selama 6 bulan hingg 1 th. Sehingga, munculah konsekuensi legalitas.
  3. Perhatikan perjanjian di awal untuk PPJB. Ini penting sekali agar dilakukan perjanjian jual beli antara penjual dan pembeli. Dari sinilah akan ada sebuah kesepakatan antara penjual yang mengikatkan dirinya untuk menjual rumah untuk pembelinya. Dimana isinya itu sebuah kesepakatan penjual yang telah mengikatkan diri untuk menjual rumah pada pembeli disertai dengan sebuah tanda jadi atau uang muka.
  4. Untuk permulaan, yang didapat adalah PPJB, jadi sertifikat masih atas nama dari developer. Sehingga, karena ini sebenarnya tidak dapat dipakai untuk dasar jaminan karena secara hokum belum bisa dibebani dengan sebuah hak tanggungan, maka bank biasanya akan meminta developer memberi buy back guarantee dari kredit yang diberi.
  5. Jadi, selama statusnya masih PPJB, bila pembeli sampai menunggak pembayarannya, pengembang akan secara langsung mengambil alih. Dengan begitu, bank tetap mau memberi kredit dengan jaminan dari developer.
  6. Bila rumah telah jadi, dan statusnya menjadi AJB, maka buy back guarantee yang didapat dari pengembang akan gugur secara otomatis. Sehingga, kewajiban dialihkan sepenuhnya kepada peminjam.
  7. Intinya, selama sertifikatnya belum menjadi atas nama pemilik, rumah sulit dijual secara legal. Karena bangunannya masih milik developer. Selain itu, sulit melakukan take over kredit ke bank yang lain.

Melihat hal tersebut, Anda harus lebih pandai dalam mengajukan kredit rumah lewat developer. Agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.